Formula AIDA dalam Copywriting Mampu Meningkatkan Efektivitas Penjualan

formula aida untuk copywriting

Formula AIDA dalam Copywriting Mampu Meningkatkan Efektivitas Penjualan

formula aida untuk copywriting

Kalau anda sudah pernah membuat sales page atau landing page sebelumnya, pasti anda sempat berpikir seperti ini:

“Enaknya nulis apa ya…?”

Lalu tiba-tiba otak kosong tidak ada ide yang muncul…

…tangan tidak bergerak sedikitpun di keyboard.

Berjam-jam, bahkan berhari-hari…

Setelah menulis ternyata tidak ada yang berminat sama sekali.

Mungkin hampir semua copywriter pernah mengalami hal seperti ini, Termasuk saya,

Tidak mudah memang menulis copy di sales dan landing page. Berbeda strukturnya sedikit saja bisa berakibat penawaran anda tidak menarik.

Sehingga konversi-nya jadi sangat rendah.

Tapi ada 1 formula rahasia… rahasia yang akan membuat anda dengan mudah menciptakan struktur penulisan copy yang efektif.

Formula itu bernama Formula AIDA.

Silahkan lanjutkan membaca karena setelah mempelajari formula AIDA ini, anda akan langsung bisa membuat copy yang mampu menyihir orang lain supaya ketagihan dengan penawaran anda.

Apa itu AIDA?

Yang jelas bukan nama penyanyi dangdut, bukan artis sinetron ataupun pelawak dadakan 😀

AIDA adalah singkatan dari:

  1. Attention
  2. Interest
  3. Desire
  4. Action

Dengan menggunakan formula AIDA ini, anda bisa mengubah sebuah halaman kosong di layar komputer anda menjadi sesuatu yang bisa menarik perhatian sampai membuat orang lain mengambil tindakan.

Itulah mengapa AIDA sering dikaitkan dengan copywriting.

Meskipun identik dengan copywriting, Tapi anda juga bisa menggunakan formula ini untuk membuat tulisan apa saja supaya menjadi menarik.

Saya juga menggunakan formula AIDA untuk sebagian besar artikel di blog ini dan juga untuk klien-klien saya.

Di dalam blog ini ada beberapa artikel yang menang perlombaan/kontes SEO dan Copywriting, Salah satunya di dalam artikel yang berjudul “Tempat Kursus website, SEO, Desain Grafis Favorit 2015 di jakarta” Saya mendapat juara 2 seluruh Indonesia.

Sebenernya seberapa Ampuh sih formula AIDA ini ?

Sangat!

Dalam sebuah landing page yang pernah saya buat, sebelum menerapkan struktur AIDA conversion rate-nya hanya 2.3%. Angka ini sebenarnya tidak jelek-jelek amat mengingat beberapa faktor seperti industri dan harga.

Tapi apa yang terjadi ketika saya ganti sedikit strukturnya sesuai formula AIDA:

Perbandingan-konversi1

Konversinya meningkat sebanyak 253% menjadi 8.1%.

Dan peningkatan ini baru akibat mengganti kata dan kalimatnya saja.

Banyak contoh yang yang sudah saya praktekan, contoh lain adalah saat saya membuat teknik AIDA di salah satu landing page saya dengan tema musik, spesifiknya Kursus Gitar. Karena basic saya juga musik.. Coba anda ketik di bowser dengan keyword “Les Gitar Jakarta” hasilnya di page 1 ranking 1 dan hasilnya seperti gambar di bawah ini setelah masuk ke landing page. Silahkan anda baca dan perhatikan teknik penulisannya..

les gitar formula aida copywriting

Coba anda perhatikan formula AIDA yang saya terapkan di atas, Itu tidak membuat orang bosan untuk terus membaca dan men-scroll dari atas ke bawah landing page, Membuat mereka yang membaca penasaran dan harus membaca sampai habis karena mereka merasa rugi kalau tidak membaca.

Setiap hari saya mendapat minimal 5 telp, sms dan invite pin bb dari orang yang ingin belajar gitar bahkan tidak sedikit orang tua yang menelpon ingin mendaftarkan anaknya di kursus gitar saya, Ini di namakan CTA (Call To Action)

Sekarang mari kita bahas satu per satu dari tiap bagian formula AIDA.

  1. Attention

Copy yang kita buat harus mampu segera menangkap perhatian pembaca.

Tahukah anda…menurut sebuah penelitian dari SilverPop yang dilakukan pada tahun 2013, kita harus bisa menangkap perhatian pengunjung dalam waktu 8 detik atau kurang.

Gila kan…

Manusia mengedipkan mata tiap 4 detik.

Artinya kalau kita tidak mampu mendapatkan perhatian dalam 2 kali kedipan mata…maka mereka akan langsung pergi begitu saja.

Artinya kalimat-kalimat yang anda susun selama berhari-hari akan ditentukan dalam 2 kali kedipan mata, This is Very Very Crazy, Tapi itu benar adanya.

Itulah pentingnya tahapan ini.

Lalu bagaimana cara kita menarik perhatian mereka?

  • Judul/headline
  • Gambar
  • Kalimat-kalimat pembuka

3 elemen itulah yang paling harus anda perhatikan.

Untuk bisa menangkap perhatian mereka ke 3 elemen tersebut, ini tipsnya:

  1. Berikan apa yang buyer persona anda pedulikan terkait bisnis anda (anda sudah tau apa itu buyer persona di BAB 1, Kalau belum silahkan klik disini)
  2. Sajikan solusi dari permasalahan utama dari buyer persona anda
  3. Buat mereka merasa “ah itu gua banget

Kalau anda belum tau apa itu buyer persona, silahkan kembali ke BAB 1.

Contohnya kalau saya ingin menjual suplemen penurun berat badan. Buyer persona-nya adalah ibu karir yang belum lama melahirkan.

Ini kalimat yang kira-kira bisa menangkap perhatian calon pembeli:

  1. “Ingin menurunkan berat badan hingga 20 kg dalam sebulan tanpa diet ketat yang menyiksa diri?”
  2. “Kembalikan tubuh langsing anda seperti dulu lagi”
  3. “Tidak punya waktu dan energi untuk olahraga? Sekarang anda juga bisa menurunkan berat badan tanpa perlu merasa lelah di tempat kerja”

Sambil menulis artikel ini, saya juga melihat beberapa sales page yang menjual produk suplemen seperti dalam contoh di atas.

Beberapa dari mereka menggunakan headline seperti “aman, tanpa efek samping”, atau “murah”.

Hati-hati…

Memang keduanya seperti masuk akal tapi bukan itu yang mampu membuat mereka peduli. Keduanya bukan permasalahan utama mereka, jadi tidak akan bisa menangkap perhatian.

  1. Interest

Buat mereka tertarik dengan anda.

Karena anda telah berhasil menangkap perhatian, maka selanjutnya anda akan membuat mereka melanjutkan membaca dan tertarik dengan anda.

Buat mereka sadar dengan besarnya masalah mereka.

Untuk memancing interest, cara terbaiknya adalah dengan menyediakan:

  1. Informasi/fakta
  2. Statistik
  3. Studi kasus
  4. Kondisi idealnya
  5. Alasan

Mari kita gunakan contoh suplemen tadi:

“Dengan menggunakan suplemen [merek], anda akan:

  • …mampu menurunkan berat badan hingga 20kg dalam kurang dari 30 hari
  • …bisa menggunakan lagi baju kesayangan anda yang sudah sempit
  • …makin dicintai suami
  • …tetap punya banyak waktu untuk keluarga dan pekerjaan”

Contoh di atas tidak menggunakan kelima hal tadi.

Anda juga tidak perlu menggunakan semuanya apabila memang tidak mungkin.

  1. Desire

Dalam tahap ini anda akan membuat mereka sangat-sangat menginginkan produk/layanan anda.

Desire mirip dengan interest…

…bedanya, di sini kita akan lebih banyak bermain dengan emosi dan logika.

Caranya:

  1. Dengan menyebutkan benefits atau manfaat.

Hati-hati, ada kesalahan yang sering terjadi…keliru antara fitur dan manfaat.

Ada perbedaan besar antara fitur dan manfaat, fitur itu hanya penjelasan dari isi atau komponen yang anda berikan melalui produk/layanan anda.

Sedangkan manfaat adalah keuntungan yang bisa mereka rasakan melalui fitur tadi.

Di bab copywriting mindset, kita sudah membahas ini:

“Mereka tidak peduli dengan anda, mereka hanya peduli dengan dirinya sendiri”.

Mereka tidak peduli dengan fitur, kelebihan, resep, spek, komponen dari produk anda… Mereka hanya peduli dengan bagaimana fitur tersebut bisa bermanfaat bagi mereka.

Ini fitur:

  • 250 mg Ekstrak teh hijau
  • 2,5 mg Vitamin B6
  • 10 mg L-Carnitine

Dan ini manfaat:

  • …diperkaya dengan ekstrak teh hijau serta vitamin B6 yang akan mempercepat metabolisme dan pembakaran lemak meskipun anda sedang duduk di depan komputer
  • …ditambah L-Carnitine untuk melindungi tulang, jantung, ginjal, otak, dan sistem kekebalan tubuh selama proses penurunan berat badan. L-Carnitine juga akan melindungi ibu yang sedang menyusui agar tidak kekurangan nutrisi.

Dalam penjualan produk, fitur memang wajib ada…tetapi fitur tanpa manfaat tidak akan mampu menjual karena sebagian besar pembaca tidak mengerti.

formula aida CTA

  1. Memancing Emosi negatif dan memberikan solusi

Mereka yang sudah mengikuti tulisan anda sejak tahap attention sampai interest merupakan orang-orang yang punya permasalahan spesifik.

Mereka adalah orang-orang yang frustrasi.

Siapa yang masih ingat iklan dari Apple ini:

Dalam iklan tersebut, Apple menggunakan tokoh PC (kiri) dan Mac (kanan). Mereka menggambarkan bagaimana ruwet-nya menggunakan PC dan bagaimana mudahnya menggunakan Mac.

Kalau kita perhatikan sekarang, memang para pengguna Mac adalah orang-orang yang frustrasi dengan banyaknya gangguan pada PC.

Iklan ini berhasil…banyak pengguna Windows yang beralih ke Mac.

Berikut contoh untuk produk suplemen:

Waktu anda sangat berharga…anda harus bangun sejak pagi, menyiapkan sarapan kemudian bersiap dan berangkat ke kantor. Belum lagi energi yang terkuras akibat mengurusi keluarga, klien, dan boss anda di kantor…kemudian anda tiba di rumah pukul 7 sore dalam keadaan seperti tisu basah.

Dengan rutinitas seperti ini, olahraga dan diet ketat jadi hal yang mustahil.

Untungnya, suplemen [nama produk] hanya membutuhkan 90 detik dalam sehari. 1 tablet sebelum makan…dan [nama produk] akan membakar lemak sambil anda duduk santai di depan komputer.

Itulah contoh paragraf yang memanfaatkan emosi negatif.

  1. Action

Tahapan yang sederhana, mengajak mereka untuk mengambil tindakan.

Apapun tindakan yang anda inginkan — membeli produk, mendaftar, membuat akun, mendownload, mengirim email, menelepon, sms, add pin bb — ungkapkan di bagian ini.

Karena itu bagian ini sering disebut call to action (CTA).

Jangan dilupakan, anda akan sering menemukan istilah tersebut mulai dari sekarang.

Sesuai fungsinya tadi, CTA bisa berupa tombol, nomor telepon, atau alamat email.

Dan disertai harga.. kalau anda menjual sesuatu.

 

 

[su_button url=”http://winstarlink.com/copywriting-MINDSET/” background=”#676767″ size=”6″ ]KEMBALI KE BAB 1[/su_button]

 

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *